

Kuningan memiliki situs purbakala peninggalan zaman megalitik, yaitu Situs Purbakala Cipari. Tempat ini sangat cocok digunakan untuk pembelajaran sejarah pada masa purba. Situs diduga sebagai desa permukiman purbakala dengan karakateristik peninggalan bangunan megalitik, seperti beberapa kubur batu dan menhir.
Situs Cipari berada di kaki Gunung Ciremai, sekitar 4 kilometer dari pusat kota Kuningan. Lokasinya di Kampung Cipari, Desa/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dengan ketinggian 661 meter di atas permukaan laut.
Kondisi Situs Purbakala Cipari
Situs Purbakala Cipari ditemukan pada 1971 lewat penemuan sebuah peti kubur batu yang merupakan ciri dari kebudayaan masa prasejarah. Penelitian dan ekskavasi arkeologi secara sistematis di bawah pimpinan Teguh Asmar dilakukan mulai 1975.
Hasilnya, terdapat temuan perkakas dapur, gerabah, perunggu, dan bekas fondasi bangunan. Situs terhitung cukup lengkap, menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa prasejarah. Situs Cipari awalnya tanah milik warga bernama Wijaya. Di tanah itu ditemukan batuan yang menyerupai batu yang dipamerkan di Paseban Panca Tunggal, tempat cagar budaya di Kuningan.
Berdasarkan analisis litologi, stragtigrafi, dan kelompok benda temuan di Situs Cipari, di tempat itu pernah mengalami dua kali masa permukiman, yakni masa akhir neolitik dan awal pengenalan bahan perunggu yang berkisar 1000 SM sampai dengan 500 SM. Temuan sebagian besar merupakan bagian dari kegiatan manusia zaman dahulu kala, seperti pendil, kendi, tempat sayur, kekeb, gelang, dan kapak perunggu juga ada aneka kapak batu.
Masyarakat pendukung kebudayaan di Situs Purbakala Cipari, Kuningan, telah mengenal organisasi yang baik beserta kepercayaan yang erat bertalian dengan pemujaan nenek moyang dengan adat mendirikan bangunan dari batu besar atau megalitik. Pada 1978, Menteri Pendidikan Kebudayaan pada masa itu, Prof Dr Syarif Thayteb meresmikan taman serta Museum Cipari.
Prasasti batu yang ditandatangani oleh Dr Syarif Thayeb terlihat di areal pintu masuk, tulisannya telah memudar. Di halaman taman, terdapat sebidang tanah yang dibatasi bebatuan membentuk lingkaran. Di tengahnya terdapat penanda batu tempat ditemukannya gelang. Area itu dinamakan Batu Temu Gelang. Menurut kisahnya, tempat tersebut digunakan sebagai tempat musyawarah. Luas taman sekira 7.000 m2 terdiri atas lokasi taman yang dikelilingi tembok batu setinggi 2 meter seluas 2.500 m2 dan sisanya tempat parkir, dan halaman lain.
Di sekitar taman, ada tempat menhir, dolmen, dan dakon. Menhir adalah batu besar tinggi tempat penghormatan dan pemujaan kepada roh leluhur. Dolmen berupa meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada nenek moyang. Dakon berbentuk cekungan, digunakan sebagai alat meramu obat.
Kini, Museum Cipari juga memiliki aplikasi AR CIPARI. Aplikasi itu memanfaatkan teknologi augmented reality, yakni teknologi yang menggabungkan dunia maya 3D dengan lingkungan nyata. Aplikasi akan menampilkan; objek 3D benda-benda purbakala di Museum Cipari, dibantu dengan penanda atau marker.
Keselamatan Kerja: Prioritas Utama untuk Melindungi Pekerja di Lapangan
27 Nov 2025 | 215
Keselamatan kerja merupakan aspek yang tidak dapat ditawar dalam dunia industri apa pun. Baik dalam pekerjaan konstruksi, manufaktur, pertambangan, hingga proyek lapangan lainnya, setiap ...
Daftar Universitas Swasta di Bandung dengan Program Studi Informatika
17 Jul 2024 | 449
Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang dikenal sebagai pusat pendidikan yang menawarkan beragam institusi pendidikan tinggi. Banyak pilihan universitas swasta di ...
Bagaimana Cara Meningkatkan Peluang Lulus dalam Pendaftaran CPNS 2026?
24 Maret 2025 | 263
Pendaftaran CPNS 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu momen penting bagi banyak calon pegawai negeri sipil. Mengingat tingginya persaingan, penting bagi setiap peserta untuk ...
Konten Viral yang Menggunakan Humor: Tertawa Bersama, Menyebar Lebih Cepat
20 Maret 2025 | 189
Di era digital saat ini, konten viral menjadi salah satu alat pemasaran yang paling berpengaruh di media sosial. Apa yang membuat suatu konten menjadi viral? Salah satu jawabannya adalah ...
Cegah Berita Negatif Menyebar! Ini Cara Mengendalikannya di Media Sosial
30 Maret 2025 | 203
Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu alat komunikasi yang sangat efektif dan cepat. Namun, di balik kemudahan ini, ada juga risiko besar terkait penyebaran informasi, ...
Kisah Inspiratif Alumni Universitas Swasta di Bandung
23 Jul 2024 | 545
Ma'soem University, sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Bandung, telah melahirkan banyak alumni yang sukses di berbagai bidang. Dengan pendekatan pendidikan yang inovatif ...