

Di era digital dan mobile dimana masyarakat dan pelaku usaha menginginkan kemudahan, akses cepat, dan transparansi dalam layanan publik, DLH Kalsel menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan inovasi baru. Melalui laman resmi mereka https://dlhprovkalimantanselatan.id/.
DLH Kalsel meluncurkan layanan komunikasi interaktif berbasis Chatbot WahtsApp dengan nama Si-KOPLING (Sistem Konsultasi Persetujuan Lingkungan).
Layanan ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dan pelaku usaha meperoleh informasi dan bimbingan terkait persetujuan lingkungan secara cepat, tepat, dan praktis tanpa harus datang langsung ke kantor DLH.
Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan bahwa melalui platform WhatsApp yang sudah sangat umum digunakan, pengguna bisa berkonsultasi kapan saja dan di mana saja mengenai dokumen persetujuan lingkungan, prosedur, hingga persayaratan yang dibutuhkan.
Beberapa fitur utama dari Si-KOPLING antara lain:
Dengan menghadirkan layanan Si-KOPLING, DLH Kalsel berharap dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik di bidang lingkungan, mempercepat proses prizinan dan persetujuan lingkungan, serta meningkatkan transparansi dan keterjangkauan. Inovasi ini juga sejajar dengan upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di wilayah Kalimantan Selatan, sebab pelaku usaha bisa mendapatkan informasi dengan mudah tanpa hambatan birokrasi yang panjang.
Bagi masyarakat umum, kemudahan ini berarti semakin mudah untuyk memahami regulasi lingkungan, mengetahui kewajiban, hingga melakukan konsultasi dan pengajuan persetujuan tanpa harus datang ke kantor. Hal ini juga mendukung keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan kapatuhan lingkungan hidup.
Semua informasi terkait layanan ini, termasuk panduan penggunannya, bisa diakses melalui laman resmi DLH Kalsel di https://dlhprovkalimantanselatan.id/ . laman ini terbuka untuk seluruh masyarakat di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, sebagai pusat informasi, layanan publik, dan pengumuman terkait lingkungan hidup di provinsi ini.
Inovasi Si-KOPLING merupakan langkah penting dalam transformasi digital pelayanan publik di sektor lingkungan. Dengan menghadirkan kenal yang mudah diakses dan interaktif, DLH Kalsel memberi kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terlibat aktif dalam tata kelola lingkungan yang lebih baik.
Hal ini diharapkan tidak hanya memudahkan prosedur, tetapi juga meningkatkan kepatuhan dan pemahaman terhadap regulasi lingkungan hidup, sekaligus memperkuat pembangunan yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Teknik Social Listening untuk Membantu Konten Anda Lebih Mudah Viral
2 Apr 2025 | 361
Dalam era digital yang semakin maju, bisnis dan pemasar harus lebih pintar dalam mengadopsi teknik yang dapat meningkatkan daya tarik dan keterlibatan (engagement) konten mereka. Salah satu ...
Keuntungan Menulis di Kompasiana dan Mendapatkan Rewards Besar
16 Jun 2024 | 1011
Keuntungan menulis di Kompasiana telah menjadi daya tarik bagi banyak penulis, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru memulai karir menulisnya. Kompasiana merupakan salah satu ...
5 Keunggulan Menggunakan Jasa Buzzer Lokal di Bandung
24 Maret 2025 | 327
Di era digital saat ini, strategi pemasaran semakin beragam dan kompleks. Salah satu metode yang semakin populer adalah penggunaan jasa buzzer. Buzzer merupakan individu atau kelompok yang ...
Memanfaatkan UGC (User-Generated Content) Properti di Medsos
24 Mei 2025 | 356
Di era digital saat ini, pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi telah menjadi suatu keharusan bagi para pelaku bisnis, termasuk di sektor properti. Salah satu strategi yang efektif ...
Keuntungan Menggunakan GPS Tracker untuk Perusahaan Alat Berat
4 Agu 2026 | 340
Salah satu teknologi yang kini semakin dibutuhkan oleh perusahaan pertambangan, konstruksi, atau perkebunan adalah GPS tracker alat berat. Teknologi yang satu ini dibutuhkan karena memiliki ...
Daya Tampung Mahasiswa Pascasarjana: Fakta Menarik Tentang Kuota Program S2 di Indonesia
26 Apr 2025 | 346
Pendidikan pascasarjana di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Daya tampung mahasiswa pascasarjana, terutama untuk program S2, menjadi ...