

Bali dan Lombok, dua permata di Indonesia, selalu memukau dunia dengan keindahan alamnya yang mempesona. Dengan pantai berpasir putih, perairan biru yang jernih, serta kekayaan budaya yang tak tertandingi, kedua destinasi ini terus menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.
Pembangunan yang terjadi di kota-kota pariwisata biasanya memberikan dampak signifikan pada sektor pariwisata dan ketenagakerjaan. Salah satu contohnya adalah pembukaan Secana Beachtown oleh Mirah Investment & Development , yang terletak di salah satu pantai terindah di Bali. Kehadiran Secana Beachtown tidak hanya menawarkan pengalaman liburan mewah, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Pada bulan Juni ini, Mirah Investment & Development mengumumkan beberapa rencana pembangunan di dua destinasi favorit wisatawan dunia, Bali dan Lombok. Selama masa pembangunan, Secana Beachtown telah mempekerjakan lebih dari 500 pekerja lokal, menunjukkan komitmen Mirah untuk memberdayakan komunitas setempat. Saat ini, Secana Beachtown telah mempekerjakan lebih dari 67 staf yang berdedikasi untuk memberikan layanan terbaik bagi para tamu. Dengan keterlibatan pengrajin lokal, Secana Beachtown siap menjadi ikon baru di Bali yang menggabungkan kemewahan dengan keindahan alam yang menakjubkan.
Tidak berhenti di Bali, Mirah Investment & Development juga mulai merambah pulau Lombok yang tidak kalah eksotis dengan pesona alamnya yang masih alami. Mirah Investment & Development akan menghadirkan Kuara Resort, sebuah resor mewah dengan konsep keberlanjutan. Kuara Resort direncanakan mempekerjakan lebih dari 100 staf operasional di masa depan.

Kuara Resort diharapkan menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Lombok. Resort ini berkomitmen menjadikan Lombok sebagai destinasi mewah yang berkelanjutan, tidak hanya kuat dalam nilai hospitality tetapi juga menerapkan praktik ramah lingkungan dalam operasional sehari-hari.
Komitmen Mirah Investment & Development tidak perlu diragukan karena kedua perusahaan afiliasinya, PT. Mirah Global Investment dan PT. Mirah Canggu Development, masuk dalam daftar sepuluh besar wajib pajak korporat di Badung Utara. Selain membayar kewajiban pajak, proyek-proyek Mirah tahun ini telah berhasil menciptakan lebih dari 250 lapangan pekerjaan di sektor perhotelan dan Property di Bali, Gili Trawangan, dan Lombok dalam 12 bulan ke depan. Mirah Investment & Development berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal melalui proyek-proyek inovatif dan berkelanjutan.
Mengapa Jeep Grand Cherokee Tetap Relevan di Era SUV Modern: Strategi, Inovasi, dan Adaptasi Global
21 Jun 2026 | 29
Jeep Grand Cherokee merupakan salah satu SUV yang mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan besar industri otomotif global. Di saat banyak model SUV datang dan pergi mengikuti ...
Netiket: Etika Berinternet yang Harus Dipahami Semua Orang
7 Maret 2025 | 311
Di era digital yang serba terhubung ini, internet menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Namun, bersamaan dengan meningkatnya penggunaan internet, muncul tantangan baru yang ...
Strategi Branding UMKM Online: Cara Membangun Identitas Bisnis agar Lebih Dikenal dan Dipercaya
30 Jun 2026 | 57
Strategi branding UMKM online menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun bisnis yang kuat di era digital. Di tengah persaingan yang semakin ketat, produk yang bagus saja tidak cukup ...
Jasa Renovasi Rumah dengan Sistem Paket All-In: Tanpa Ribet Urus Tukang
23 Apr 2025 | 271
Jasa Renovasi Rumah semakin populer di kalangan masyarakat yang ingin memperbaiki atau mempercantik tempat tinggal mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini semakin berkembang, ...
PPDB 2025 Dimulai: Boarding School Terkemuka di Bandung Siap Menerima Pendaftaran
26 Agu 2024 | 553
Sekolah asrama atau boarding school semakin diminati oleh masyarakat. Hal ini karena konsep pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengembangan diri, dan kemandirian ...
9 Des 2025 | 298
I. Defenisi Strategis Dalam lanskap digital kontemporer, di mana persaingan untuk mendapatkan atensi audiens mencapai titik saturasi maksimal, keterlibatan (engagement) tidak lagi ...